Financial Planning Ala Petani Kopi

by Alisjahbana Haliman
January 26, 2021

Aldrian Kuswandi – The Production Guy @ Talasi Bali

#DYK kalau tanaman kopi dipanen setahun sekali? Artinya petani kopi hanya mendapatkan untung sekali dalam satu tahun ketika panen. Itupun kalau tidak terhalangi cuaca buruk dan bencana alam. Beda dengan saya yang mendapatkan gaji bulanan. Namun di Desa Biyahan Wanagiri, tempat kami berada, dari dulu petani menjalankan sistem Tumpang Sari atau Shade Grown Coffee. Kebun kopi selang – seling dengan tanaman buah dan tanaman penghasil kayu. Untuk kebutuhan bulanan, petani mengandalkan hasil kebun buah-buahan seperti salak, manggis dan durian, dan padi yang bisa dipanen setiap 3 bulan. Sementara buah kopi yang sudah dikeringkan, bisa disimpan bertahun-tahun asal kondisi penyimpanan yang baik. Inilah mengapa banyak petani menanam kopi. Kebutuhan harian bisa dipenuhi dari panen buah – buahan dan padi. Sementara untuk biaya sekolah anak, upacara adat, atau pengeluaran besar lain bisa dicover dengan menjual buah kopi. Smart investing ala petani Bali!

Sistem Tumpang Sari juga ramah lingkungan. Karena ada tanaman penaung yang bermanfaat untuk habitat burung yang perannya dalam ekosistem penting banget untuk menjaga populasi serangga, sehingga dapat menekan penggunaan obat hama. Tanaman kopi jadi terlindungi deh! Benar sih, hasil Shade Grown Coffee tidak sebanyak kopi yang ditanam di area terbuka dan mendapatkan matahari terus menerus. Namun rasa dan kualitas kopi tak ada tandingan. Kondisi tanah juga terjaga, dan lebih hemat lagi karena tidak perlu pupuk! Plus, berbagai jenis burung dan tanaman selaras tumbuh bareng dan jadi nilai tambah bagi petani. Di masa yang menantang ini, saya jadi kepikiran cara investasi yang menjaga kesinambungan alam ala petani kopi Bali. Karena alam sebenarnya sudah menyuguhkan kita segala cara untuk bisa terus berinovasi asal kita saling menjaga.

Top 5 Hiking Destinations & Their Best Coffee

Anele Agustin – Digital Marketing aka Not-Your-Average-Stalker @ Talasi

Jika nanti kita berkesempatan untuk bertemu, pasti kamu tidak menyangka dengan fisik mungil dan bubbly personality saya kalau saya senengnya ngebolang naik gunung. Nah, berikut adalah top 5 pendakian terbaik di Indonesia, ada yang sudah saya lakukan (and it was awesome!) ada yang masih mimpi, menunggu aman untuk traveling lagi. 

  • Gunung Kerinci, Jambi – Sumatera Barat

Gunung impian para pendaki ini adalah gunung berapi aktif tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 3.805m di atas permukaan laut. Disini wajib coba Kopi Arabika khas Kerinci yang tumbuh di Kayu Aro tepat di bawah kaki gunung. Karakter Kopi Kerinci: fruity, aftertaste manis, aroma rempah dan nendang banget rasanya.

  • Gunung Argopuro, Probolinggo – Jawa Timur

Sepanjang mendaki gunung setinggi 3088 meter di atas permukaan laut ini, mata seakan di hipnotis dengan bukit hijau asri, padang ilalang dan sabana yang luas banget. Argopuro memiliki Danau Taman Hidup, yang dikelilingi hutan dan bukit. Zen banget deh! Disini wajib cicipi Kopi Yellow Caturra, kopi langka yang hanya tersisa 700-900 pohon di seluruh Indonesia! Biji kopinya berwarna kuning, dan lebih kecil. Tapi aromanya seperti lemon! Penasaran kan? 

  • Gunung Raung, Ijen – Jawa Timur

Salah satu gunung yang memiliki trek terekstrim di Indonesia. Kalau untuk pemula, mending jangan deh. Karena tanjakan dimulai dari awal pendakian hingga puncak. Jalur menuju puncak hanya berupa tebing dengan jurang di sisi kanan dan kiri! Kopi yang terkenal disini adalah Kopi Blue Mountain atau Blue Mountain Java. Biji kopi ini memiliki bibit unggulan karena memiliki aroma wangi melati yang kuat. Rasanya juga manis like me – NOT. 🙂 More sugar cane sweet dan juicy. 

  • Gunung Semeru, Lumajang – Jawa Timur 

Gunung yang hits di kalangan pendaki ini adalah salah satu Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. The best spot disini adalah: Danau Cantik Ranu kumbolo, Tanjakan Cinta dan Padang Bunga Lavender, dan Puncak Mahameru. Disini juga rumah dari Kopi Kolesem (Kopi Lereng Semeru) jenis robusta, yang aromanya membawa saya kembali ke Semeru.

  • Gunung Papandayan, Garut – Jawa Barat

Gunung setinggi 2.665 meter di atas permukaan laut ini adalah gunung favorit pendaki karena treknya yang sangat landai dan juga memiliki pesona pemandangan di sepanjang trek menuju puncak bukan main indahnya. Cocok banget untuk easy hike dan cobain Kopi Arabika Papandayan yang nendang dan segar rasanya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

How can I contribute? How do we create a better livelihood? How can we use the abundant natural resources and add more value to their lives. This was my purpose calling and I have spent my adult life in the business of adding value to Indonesian natural resources. 

After a few days in Sumba, I was reenergized and felt the urge to start a new journey. This new endeavor will be different. This time I intended to bring more power to the smallholders and farmers in creating a sustainable chain that can give value and impact on their lives. And I named this enterprise Talasi which in sanskrit depicts trees that always bear flowers, fruits and new leaves, and a sweet fragrance or cornflower in Latin America.

Talasi is about exploring and discovering the potential in the obscurity. Talasi is about setting up and operating at the Origin. Talasi is about working with the community, providing them with knowledge, skills and tools. Investing at the grassroots level and connecting the chain to sustain and maintain nature while enhancing livelihoods. With the end game of empowerment to the people of the land.

With the creation of our premium honest brands, Watu and Toye across food and natural ingredient products, everyone can be part of this vision with each purchase in support of the same values and mission to empower the grassroots communities.

We will soon complete our full facilities and retreat in Sumba which is currently roasting our Watu cashews. And our Batukaru Talasi Retreat, Bali opened earlier this year with Flores next in line.

I am excited about what the future holds for “the Origin” and I would like to take this opportunity to extend my personal humble invitation to each and everyone you to visit us and “Experience Talasi”.

Let’s discover the Origin,
Alisjahbana Haliman
Founder